RESPON IMUN PADA IKAN

  • Dilihat: 3
  • 16 Apr

 

Respon Imun diartikan sebagai daya tahan relatif terhadap infeksi mikroba tertentu. Sejumlah faktor yang memodifikasi mekanisme kekebalan yaitu genetik, umur, lingkungan, anatomik dan fisiologik. Dalam kaitannya dengan sistem kekebalan tubuh, imunitas adalah suatu keadaan sangat resisten terhadap organisme patogen tertentu. Ikan memiliki sistem kekebalan tubuh untuk melawan berbagai macam penyakit, yaitu sistem pertahanan seluler dan sistem pertahanan humoral. Sistem pertahanan seluler bersifat non spesifik sedangkan sistem pertahanan humoral bersifat spesifik.

 

Gambar 1. Sistem Imun Tubuh Ikan

Respon imun pada ikan dikenal dengan sistem kekebalan tubuh pada ikan yaitu salah satu bagian dari system pertahanan tubuh yang dapat menyebabkan individu bertahan hidup dan menjaga keseimbangan didalam lingkungan. Bedanya dengan system pertahanan lainnya adalah sifat khas dan kemampuan untuk mengingat suatu agent penyebab infeksi dan memberikan kekebalan terhadap individu yang sembuh dari suatu infeksi penyakit.

1. Sistem Imun Non Spesifik Ikan

Ikan memiliki sistem ketahanan imun bawaan dan adaptif, sistem imun bawaan merupakan kekebalan non-spesifik yaitu suatu sistem pertahanan tubuh yang berfungsi untuk melawan segala jenis patogen yang menyerang dan bersifat alami. Kekebalan non-spesifik merupakan imunitas bawaan (innate immunity) yaitu respon perlawanan terhadap zat asing yang dapat terjadi walaupun tubuh sebelumnya tidak pernah terpapar oleh zat tersebut (Payung dan Manoppo, 2015). Respon imun bawaan disebut sistem imun non spesifik bereaksi mempertahankan kekebalan tubuh tanpa melihat apakah migororganisme atau pathogen yang masuk pernah atau belum pernah dijumpai.

Respon imun non spesifik merupakan pertahanan dasar dari tubuh ikan dalam menghadapi gangguan organisme asing masuk kedalan tubuh ikan yang, yang kemudian akan diteruskan pada respon imun spesifik sebagai perlawanan terakhir. Respon imun non spesifik merupakan pertahanan pertama jika ada faktor yang membahayakan  kekebalan ikan, namun patoghen terkadang dapat menghindari respon ini jika ikan dalam keadaan lemah, sehingga akan terjadi dua pengoperasian sistem kekebalan tubuh secara bersamaan yaitu sistem kekebalan tubuh pada tingkat lokal maupun sistematik yang akan mengakibatkan ikan terserang pathogen yang berakhir pada kematian.  Respon imun non spesifik merupakan mekanisme pertahanan inang уаng responnya tіdаk bergantung pada frekuensi kontak terhadap antigen tertentu. 

 Sistem kekebalan non-spesifik mencakup pertahanan pertama dan pertahanan kedua. Pertahanan pertama yaitu pertahanan fisik meliputi, sisik, kulit, dan mukus. Mukus memiliki kemampuan menghambat kolonisasi mikroorganisma pada kulit, insang dan mukosa. Mukus ikan mengandung imunoglobulin (IgM) alami dan bukan sebagai respon dari pemaparan antigen. Imunoglobulin merupakan antibodi yang dapat menghancurkan patogen yang menyerang tubuh. Adapun sisik dan kulit berperan dalam melindungi ikan dari kemungkinan luka dan sangat penting peranannya dalam mengendalikan osmolaritas atau keseimbangan tubuh. Kerusakan pada sisik atau kulit dapat mempermudah patogen menginfeksi inang.

Gambar 2. Alur Kerja Respon Imun Non Spesifik

 

Mekanisme sistem kekebalan tubuh ikan dimulai dengan terbentuknya antigen ketika ada benda asing, antigen yang telah diproses dapat juga dipresentasikan ke sel T helper, disebut CD4 melalui molekul Major Histocompatibility Complex (MHC). Sel CD4 sendiri terdiri dari dua subpopulasi yaitu sel T helper 1 (Th 1) dan sel T helper 2 (Th 2) masing-masing menghasilkan beberapa sitokin yang berperan dalam regulasi sistim imun. Sel Th 1 menghasilkan Interleukin (IL-4) yang dapat menghambat makrofag dan IL-6 yang berperan dalam pematangan sel B dan juga pembentukan antibody (Lawson, 2011). Mekanisme sistem kekebalan tubuh ikan disajikan pada gambar 4 dibawah ini

Pada ikan, fagositosis adalah bentuk respon pertahan tubuh yang paling sederhana, namun sangat penting, sebagai wujud sistem petahanan non spesifik. Ketika ikan mengalami infeksi mikroba patogen, mekanisme kekebalan non-spesifik akan bekerja untuk menghentikan proses infeksi tersebut. Jika mekanisme tersebut tidak bekerja efektif, maka infeksi akan berlanjut dan mampu menimbulkan gejala klinis penyakit (Bayne and Gerwick, 2001).

Pada ikan, fagositosis аdаlаh bentuk respon pertahan tubuh уаng paling sederhana, nаmun ѕаngаt penting, ѕеbаgаі wujud sistem petahanan non spesifik. Ketika ikan mengalami infeksi mikroba patogen, mekanisme kekebalan non-spesifik аkаn bekerja untuk menghentikan proses infeksi tersebut. Jіkа mekanisme tеrѕеbut tіdаk bekerja efektif, maka infeksi аkаn berlanjut dan mampu menimbulkan gejala klinis penyakit. Sistem pertahanan atau Sistem  Imun Pada Ikan non spesifik merupakan pertahanan tubuh уаng terdepan ketika menghadapi paparan patogen karena memberikan respon langsung terhadap antigen. 

 2. Sistem Imun Spesifik Ikan

Sistem imun spesifik mempunyai kemampuan untuk mengenali benda yang dianggap asing. Benda asing yang pertama kali muncul akan segera dikenali dan terjadi sensitisasi sel-sel sistem imun tersebut. Benda asing yang sama, bila terpajan ulang akan dikenal lebih cepat dan kemudian dihancurkan.1 Respon sistem imun spesifik lebih lambat karena dibutuhkan sensitisasi oleh antigen namun memiliki perlindungan lebih baik terhadap antigen yang sama. Sistem imun ini diperankan oleh Limfosit B dan Limfosit T yang berasal dari sel progenitor limfoid.

 

Gambar 3. Sistem Imun Spesifik Ikan

 

a. Sistem imun spesifik humoral

 Limfosit B atau sel B berperan dalam sistem imun spesifik humoral yang akan menghasilkan antibodi. Antibodi dapat ditemukan di serum darah, berasal dari sel B yang mengalami proliferasi dan berdiferensiasi menjadi sel plasma. Fungsi utama antibodi sebagai pertahanan terhadap infeksi ekstraselular, virus dan bakteri serta menetralisasi toksinnya.1 Sel B memiliki reseptor yang spesifik untuk tiap-tiap molekul antigen dan dapat dideteksi melalui metode tertentu melalui marker seperti CD19, CD21 dan MHC II.

 b. Sistem imun spesifik selular

 Limfosit T berperan pada sistem imun spesifik selular. Pada orang dewasa, sel T dibentuk di sumsung tulang tetapi proliferasi dan diferensiasinya terjadi di kelenjar timus. Persentase sel T yang matang dan meninggalkan timus untuk ke sirkulasi hanya 5-10%. Fungsi utama sistem imun spesifik selular adalah pertahanan terhadap bakteri intraselular, virus, jamur, parasit dan keganasan.

 Sel T terdiri atas beberapa subset dengan fungsi yang berbeda-beda yaitu sel Th1, Th2, Tdth, CTL atau Tc, Th3 atau Ts atau sel Tr. CD4+ merupakan penanda bagi sel T helper dan CD8 merupakan penanda dari CTL yang terdapat pada membran protein sel.

 

 

You have no rights to post comments

Statistik Pengunjung

Kami memiliki 101 tamu dan tidak ada anggota online