PERMASALAHAN KERUSAKAN EKOSISTEM LAUT

  • Dilihat: 62227
  • 05 Sep

Laut memberikan banyak manfaat, di sisi lain manusia juga memberlakukannya sebagai tempat pembuangan ‘sampah’. Kenyataan ini jelas menunjukkan paradox bagi warga negara Indonesia. Perlu di ketahui bahwa kerusakan ekosistem laut kita saat ini berada di zona merah. Hal ini tentu sangat membahayakan ekosistem laut kita. Seperti yang kita ketahui hutan mangrove sangat membantu dalam pemeliharaan laut. Hutan mangrove berguna untuk penghalang atau disebut juga dengan barier masuknya air laut ke daratan.  Hutan mangrove juga bermanfaat untuk penyerap gas karbondioksida terbaik yang bisa mencegah pemanasan global terjadi. Penyebab dari kerusakan yang terjadi pada hutan mangrove ini adalah karena lahan atau hutan mangrove ini beralih fungsi menjadi perumahan, pertambakan, dan juga dijadikan sebagai tempa rekreasi. Selain hal tersebut, kerusakan ekosistem laut ini juga disebabkan oleh pencemaran limbah oleh industry.

Terdapat 5 faktor lingkungan yang menjadi latar belakang dalam fenomena kerusakan ekosistem laut yaitu :

1. Berkurangnya fungsi ari hutan mangrove atau bakau yang ada di pesisir pantai. Hutan bakau atau mangrove sangat bermanfaat sekali dalam penanggulangan bahaya yang bisa saja merusak ekosistem laut.

2. Laju abrasi yang terlihat meningkat tinggi. Dengan meningkatnya laju abrasi ini daratan akan menyempit tersapu oleh pantai yang hampir menyentuh badan jalan.

3. Kerusakan terhadap terumbu karang di laut. Perusakan terumbu karang ini dilakukan dengan cara pengeboman dalam usaha untuk menangkap ikan sebanyak – banyaknya oleh nelayan yang tidak bertanggung jawab dan juga penggunaan racun potasium.Tidak hanya itu, tindakan yang merusak biota laut ini juga dilakukan dengan cara mengeksploitasi terumbu karang untuk digunakan sebagai pondasi bangunan dan juga mengeoploitasi hasil laut yang tidak teratur. Pengeksploitasian batu karang yang banyak digunakan untuk bahan bangunan juga menjadi salah satu fakor yang menyebabkan kerusakan ekosistem yang terjadi di laut. 

4. Penambangan pasir pantai yang dilakukan manusia untuk di jadikan sebagai bahan bangunan. Hal ini tentu memicu kerusakan ekosistem laut. Dengan penambangan pasir pantai yang terus menerus, tentunya sangat merugikan manusia juga pada akhirnya.

5. Pembuangan berbagai macam limbah yang dibuang ke laut. Berbagai macam limbah domestik dan pembuangan sisa pengolahan ikan yang langsung di buang ke laut tentunya akan mencemari dan menurunkan kualitas laut. Pencemaran ini tentunya akan merusak ekosistem laut. Tidak hanya itu, dengan rusaknya terumbu karang, tentunya juga akan merusak biota laut. Seperti yang sudah kita ketahui, terumbu karang merupakan tempat dimana hidupnya ribuan jenis ikan yang menggantungkan hidupnya dengan memakan fitoplankton yang juga hidup di daerah terumbu karang tersebut.

Alternatif Solusi untuk mengatasi Kerusakan Ekosistem Laut

 

Kerusakan ekosistem Laut ini sudah terjadi hampir di seluruh wilayah pesisir, karena kesadaran masyarakat tentang lingkungan masih rendah. Masyarakat harus menyadari dan wajib melindungi keberadaan ekosistem laut sebagai penopang hidup mereka.Karena cara mengatasi kerusakan di lingkungan laut, sebenarnya ada dalam diri manusia itu sendiri tergantung dari kemauan mereka mau atau tidaknya seseorang melakukan hal tersebut.Dari pelbagai permasalahan yang muncul, ada upaya perbaikan yang bisa dilakukan. Upaya ini harus melibatkan masyarakat untuk membangun kehidupan seimbang, dinamis dan berkelanjutan. Antara lain:

a. Meningkatkan pendayagunaan potensi laut dan dasar laut.

Peningkatan pendayagunaan potensi yang ada di lingkungan laut,baik luar maupun dalam laut. Misalnya dalam pendayagunaan lingkungan laut sebagai pariwisata,budidaya rumput laut, maupun budidaya ikan. Dimana dalam peningkatan ini peran pemerintah juga harus diikutsertakan dalam proses pendayagunan laut ini, seperti yang sudah diatur dalam Undang-Undang Repubik Indonsia Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan yaitu dalam BAB IV Pasal 8 Ayat 1 dan Pasal 9 Ayat 1 dan Ayat 2.

b. Meningkatkan harkat dan taraf hidup nelayan. 

Penangkapan ikan sebagai cara mencari nafkah para nelayan ataupun untuk indutri perikanan dapat diperbolehkan. Asal cadangan ikan yang mereka tangkap tidak dalam keadaan punah, sedangkan untuk ikan yang belum mencapai besar tertentu, harus dilepaskan kembali ke dalam laut, yang telah diatur dalam Undang-Undang Repubik Indonsia Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan yaitu dalam BAB III Pasal 5 dan Pasal 6. Penataan dan perlindungan daerah tangkapan ikan nelayan lokal, penataan dan pengendalian penambangan pasir pantai.

c. Mengembangkan potensi industri kelautan.

Pengendalian pencemaran oleh industri, hendaknya bersifat bahwa jumlah bahan yang mengakibatkan polusi tidak harus berbahaya dan tidak mengganggu keberadaan biota laut. Oleh karena itu, buangan limbah sebelum dialirkanke sungai ataupun perairan perlu teknik pengolahan imbah sesuai dengan yang ditentukan. Hasil sampah yang berasal dari kegiatan manusia harus di kurangi dan didorong untuk mendaur ulang kotoran maupun limbah lain. Bahkan, kalau perlu melarang pembuangan semua limbah ke lingkungan laut.

d. Mempertahankan daya dukung dan kelestarian fungsi lingkungan laut.

Penanggulangan kerusakan tersebut,sdiharapkan warga yang ada di daerah pesisir laut untuk dapat mempertahankan aset-aset yang terdapat dalam lingkungan laut tersebut, menyadari akan kepentingan laut dan ekosistemnya yaitu sebagai sumber hayati, meletarikan kemampuan alam untuk menjadikan sumber mata pencaharian penduduk sekitar laut sehingga menadikan suatu kesejahteraan masyarakatnya.

Namun solusi diatas dapat terjadi jika semua pihak yang terlibat baik itu dari pihak pemerintah  dan warga masyarakat dapat bekerjasama. Diharapkan dengan kerja sama yang baik antara pemerintah dan masyarakat, maka negeri maritim yang sejahtera akan segera terwujud dan hal seperti itu juga diharapkan dapat menanggulangi kerusakan - kerusakan ekosistem laut di seluruh Indonesia saat ini dan seterusnya.

 

Oleh :

ADE YUNAIFAH AFRIYANI, SE (Widyaiswara BPPP Tegal)

Referensi :

http://pkspl.ipb.ac.id/berita-cara-mengatasi-kerusakan-laut.html#ixzz4JeavtGy6

http://wacanalingkungan.blogspot.co.id/2015/09/kerusakan-ekosistem-laut.html

 

 

Statistik Pengunjung

Kami memiliki 47 tamu dan tidak ada anggota online