PEMANFAATAN MARINE PROTECTED AREA SEBAGAI AREA KONSERVASI EKONOMI

  • Dilihat: 200
  • 18 Sep

Kawasan Marine protected area atau Kawasan konservasi laut dibuat atas kesadaran akan pentingnya mempertahankan wilayah laut dari perubahan yang merusak dikarenakan factor alam atau manusia. Yang menjadi konsentrasi utamanya adalah memberikan ruang dan waktu yang sesuai untuk biota dan ekosistem laut untuk pulih. Di Indonesia undang undang tentang MPA dan payung hukum Konservasi sumberdaya ikan yang betul-betul spesifik menunjuk konservasi sumberdaya ikan sesungguhnya baru lahir pada tahun 2004 saat Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan terbit yang kemudian diubah dalam Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009. Lebih lanjut, amanat Konservasi Sumberdaya Ikan digariskan dalam Peraturan Pemerintah 60 tahun 2007 yang diikuti peraturan teknis lain berupa Pedoman dan Peraturan Menteri. Sejak lahirnya payung-payung hukum tersebut, upaya konservasi sumberdaya ikan di Indonesia semakin intensif dilakukan. Untuk saat ini pemerintah melalui KKP berkomitmen mengembangkan wilayah konservasi laut hingga menjadi 20 juta hektar di tahun 2020.

Selengkapnya...

PENGELOLAAN WILAYAH LAUT

  • Dilihat: 1718
  • 20 Agu

Hasil gambar untuk konservasi laut 

  1. PENDAHULUAN

Indonesia adalah sebuah negara yang dikenal sebagai kawasan yang dipenuhi dengan kepulauan dan perairan laut memiliki sumber ketetapan yang jelas mengenai pengakuan wilayah perairan. Deklarasi Djoeanda (1957) yang berisikan konsepsi negara nusantara yang diterima masyarakat dunia dan ditetapkan dalam Konvensi Hukum Laut Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), United Nation Convention on Law of the Sea (UNCLOS) 1982, menyatakan “Wilayah laut Indonesia 5,8 juta km2″“ yang artinya Luas Wilayah Laut kita ini sama dengan tiga per empat dari keseluruhan luas wilayah Indonesia. Pada luas laut yang demikian, di dalamnya terdapat lebih dari 17.480 pulau besar dan kecil dan dikelilingi garis pantai sepanjang lebih dari 95.180 km, yang merupakan garis pantai terpanjang kedua di dunia setelah Kanada.

Selengkapnya...

TINGKAT PENCEMARAN PERAIRAN KOTA DI WILAYAH PESISIR

  • Dilihat: 399
  • 12 Sep

Sebagian besar kota-kota penting di Indonesia terletak di wilayah pesisir. Kota-kota tersebut berkembang pesat sebagaimana kota besar di dunia lainnya seiring perkembangan zaman. Pada mulanya keberadaan dan perkembangan kota di wilayah pesisir tidak lepas dari fungsinya sebagai suatu kawasan atau wilayah yang merupakan akses yang menghubungkan antara wilayah daratan (pedalaman) dengan dunia luar. Namun pada perkembangannya kota-kota tersebut tidak hanya berkembang sebagai wilayah akses saja, melainkan sesuai dengan keragaman fungsi, seperti wilayah administrasi maupun sebagai pusat perdagangan, industri, jasa dan sebagainya     (Hantoro, 2008).

Salah satu persoalan lingkungan adalah adanya potensi pencemaran pada perairan pesisir yang ditimbulkan dari berbagai kegiatan pemanfaatan ruang. Menurut KP3K-DKP (2009), masalah pencemaran ini disebabkan aktivitas manusia seperti pembukaan lahan untuk pertanian, pengembangan perkotaan dan industri, penebangan kayu dan penambangan di daerah tangkapan air atau daerah aliran sungai (DAS) serta limbah rumah tangga yang tinggal di daerah pesisir. Pembukaan lahan pertanian telah meningkatkan limbah pertanian baik padat maupun cair yang masuk ke perairan melalui aliran sungai. Pesatnya pengembangan perkotaan dan industri telah meningkatkan jumlah limbah terutama limbah cair yang sulit dikontrol. Menurut Cicin-Sain dan Knecht (1998), pencemaran pada perairan pesisir sebagai dampak dari adanya aktivitas ekonomi menjadi salah satu hal yang perlu ditangani dalam pengelolaan wilayah pesisir yang inovatif.

Selengkapnya...

Sampah Plastik di Laut

  • Dilihat: 1163
  • 24 Agu

Teknologi sudah sangat berkembang dan mempengaruhi cara hidup manusia saat ini. Teknologi telah menghasilkan sesuatu yang mampu membuat kehidupan manusia menjadi lebih mudah dan praktis. Setiap produk teknologi memang memberikan pengaruh positif terhadap cara hidup manusia, namun juga telah berkontribusi memberikan pengaruh negative.

Salah satu produk teknologi yang berpengaruh besar baik secara positif maupun negative terhadap kehidupan manusia adalah plastik. Istilah plastik mencakup produk polimerisasi sintetik atau semi-sintetik. Plastik merupakan material yang baru secara luas dikembangkan dan digunakan sejak abad ke-20 yang berkembang secara luar biasa penggunaannya dari hanya beberapa ratus ton pada tahun 1930-an, menjadi 150 juta ton/tahun pada tahun 1990-an dan 220 juta ton/tahun pada tahun 2005. Saat ini penggunaan material plastik di negara-negara Eropa Barat mencapai 60 kg/orang/tahun, di Amerika Serikat mencapai 80 kg/orang/tahun, sementara di India hanya 2 kg/orang/tahun (Wikipedia, 2017).

Selengkapnya...

Statistik Pengunjung

Kami memiliki 56 tamu dan satu anggota online