MANFAATKAN TEKNOLOGI TENTUKAN KOMODITAS IKAN UNGGULAN

  • Dilihat: 112
  • 09 Apr

Dalam upaya mewujudkan negara yang maju dan mandiri serta masyarakat adil dan makmur, Indonesia dihadapkan pada berbagai tantangan dan sekaligus peluang memasuki millenium ke-3 yang dicirikan oleh proses transformasi global yang bertumpu pada perdagangan bebas dan kemajuan IPTEK. Sementara itu, di sisi lain tantangan yang paling fundamental adalah bagaimana untuk keluar dari krisis ekonomi yang menghantam bangsa Indonesia sejak tahun 1997 dan mempersiapkan perekonomian nasional dalam percaturan global abad 21. Dalam rangka, menjawab tantangan dan pemanfaatan peluang tersebut, diperlukan peningkatan efisiensi ekonomi, pengembangan teknologi, produktivitas tenaga kerja dalam peningkatan kontribusi yang signifikan dari setiap sektor pembangunan. Bidang kelautan yang didefinisikan sebagai sektor perikanan, pariwisata bahari, pertambangan laut, industri maritim, perhubungan laut, bangunan kelautan, dan jasa kelautan, merupakan andalan dalam menjawab tantangan dan peluang tersebut.

Pernyataan tersebut didasari bahwa potensi sumberdaya kejautan yang besar yakni 75% wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah laut dan selama ini telah memberikan sumbangan yang sangat berarti bagi keberhasilan pembangunan nasional. Sumbangan yang sangat berarti dari sumberdaya kelautan tersebut, antara lain berupa penyediaan bahan kebutuhan dasar, peningkatan pendapatan masyarakat, kesempatan kerja, perolehan devisa dan pembangunan daerah. Dengan potensi wilayah laut yang sangat luas dan sumberdaya alam serta sumberdaya manusia yang dimiliki Indonesia. kelautan sesungguhnya memiliki keunggulan komparatif, keunggulan kooperatif dan keunggulan kompetitif untuk menjadi sektor unggulan dalam kiprah pembangunan nasional dimasa depan.

Pembangunan kelautan selama tiga dasa warsa terakhir selalu diposisikan sebagai pinggiran (peryphery) dalam pembangunan ekonomi nasional. Dengan posisi semacam ini sektor kelautan dan perikanan bukan menjadi arus utama (mainstream) dalam kebijakan pembangunan ekonomi nasional. Kondisi ini menjadi menjadi ironis mengingat hampir      75% wilayah Indonesia merupakan lautan dengan potensi ekonomi yang sangat besar serta berada pada posisi geopolitis yang penting yakni Lautan Pasifik dan Lautan Hindia, yang merupakan kawasan paling dinamis dalam percaturan dunia baik secara ekonomi dan potitik. Sehingga secara ekonomis-politis sangat logis jika kelautan dijadikan tumpuan dalam perekonomian nasional.

Penentuan komoditas ikan unggulan pada suatu daerah merupakan langkah awal menuju pembangunan perikanan yang berpijak pada konsep efisiensi untuk meraih keunggulan konparatif dan kompetitif dalam menghadapi globalisasi perdagangan, yang akan dihadapi oleh rakyat Indonesia. Langkah menuju efisiensi dapat ditempuh dengan menggunakan komoditas yang mempunyai keunggulan komparatif baik ditinjau dari sisi penawaran maupun permintam. Dari sisi penawaran komoditas ikan unggulan dicirikan oleh superioritas dalm pertumbuhan pada kondisi biofisik, teknologi, dan kondisi sosiaf ekonomi nelayan yang dapat dijadikan andalan untuk meningkatkan pendapatan. Dari sisi permintaan, komoditas unggulan dicirikan oleh kuatnya permintaan di pasar baik pasar domestik maupun internasional.

Berbagai pendekatan dan alat analisis telah banyak digunakan untuk nengidentifikasi komoditas unggulan, menggunakan beberapa kriteria teknis dan non teknis dalam kerangka memenuhi aspek penawaran dan permintaan (Hendayana 2003). Setiap pendekatan memiliki kelebihan dm kelemahan, sehingga dalam memilih metode anaIisis untuk menentukan komoditas ikan unggulan ini perlu dilakukan secara hati-hati dan bijaksana.  Perkembangan teknologi saat ini memungkinkan kan kita untuk melangkah lebih jauh, mempermudah kehidupan sehari hari, hingga melakukan perencanaan jauh kedepan. dalam dunia perikanan dan kelautan kita mengenal GPS (Global Positioning System).

GPS (Global Positioning System) adalah suatu sistem navigasi yang memanfaatkan satelit sehingga gps dapat memberikan informasi posisi dan waktu suatu tempat dibumi dengan akurat. Penerima gps memperoleh sinyal dari beberapa satelit yang mengorbit bumi yang terdiri dari 24 susunan satelit, GPS (Global Positioning System) juga sebuah sistem navigasi berbasiskan radio yang menyediakan informasi koordinat posisi, kecepatan, dan waktu kepada pengguna di seluruh dunia. Jasa penggunaan satelit GPS tidak dikenakan biaya. Pengguna hanya membutuhkan GPS receiver untuk dapat mengetahui koordinat lokasi. Keakuratan koordinat lokasi tergantung pada tipe GPS receiver. GPS terdiri dari tiga bagian yaitu satelit yang mengorbit bumi (Satelit GPS mengelilingi bumi 2x sehari), stasiun pengendali dan pemantau di bumi, dan GPS receiver (alat penerima GPS). Alat penerima GPS inilah yang dipakai oleh pengguna untuk melihat koordinat posisi. Selain itu GPS juga berfungsi untuk menentukan waktu.

pemanfaatan GPS lainya yaitu FishFinder, Fish finder awalnya dikembangkan pada jaman perang dunia kedua. Awalnya penggunaan alat ini dijadikan alat perang, yaitu menjadi alat pencari kapal selam musuh di dalam laut. Namun seiring dengan perkembangan zaman, alat ini kemudian terus ditingkatkan daya gunanya hingga akhirnya menjadi fish finder yang bisa digunakan nelayan seperti saat ini. Pada umumnya fish finder berfungsi sebagai alat navigasi kapal, melihat dasar air (echo sounder) dan sebagai kompas digital. Dengan teknologi terbaru, fish finder semakin canggih hingga dapat melacak keberadaan ikan. Fish finder merupakan alat untuk melacak keberadaan ikan di laut, danau dan sungai. Prinsip kerja fish finder yaitu dengan gelombang suara berfrekuensi antara 15 kHz sampai 455 kHz dipancarkan transduser dipantulkan oleh dasar perairan kemudian ditangkap kembali oleh transduser. Fish finder memiliki beberapa komponen dengan fungsi yang berbeda, berikut penjelasannya:

1. Transmitter

Bagian yang memproduksi pulsa listrik untuk dikirimkan ke transducer dan diperkuat terlebih dahu dalam power amplifier sebelum disalurkan transducer.

2. Transducer

Berfungsi untuk merubah pulsa listrik menjadi gelombang suara. Lalu dipancarkan ke dalam laut dan mengubah energi suara menjadi energi listrik pada saat pantulan berupa gema diterima. Lalu akan dipantulkan dan diterima oleh transducer receiver.

3. Receiver

Memiliki fungsi sebagai penerima atau penangkap signal gelombang suara pantul dari objek.

4. Recorder

Berfungsi sebagai alar pencatatat yang ditulis ked alma kertas serta menampilkannya pada layar display.

Berikut manfaat fish finder bagi para nelayan tangkap:

  • Fish finder yang dilengkapi GPS (Global Positioning System) dapat memudahkan nelayan untuk mengetahui posisi ikan.
  • Fish finder juga dapat mengurangi beban nelayan akibat kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM). Karena nelayan dapat pergi ke daerah yang banyak ikannya.
  • Dapat mengukur dan menganalisa hampir semua yang ada di dasar laut, seperti mendeteksi lokasi bangkai kapal, mengestimasi biota laut, mengukur kecepatan arus dan masih banyak lagi yang lainnya.

Fish finder memiliki peranan besar dalam sektor perikanan dan kelautan, salah satunya adalah dalam penetuan sumber daya ikan. Mulai dari kelimpahan ikan, kepadatan sebaran ikan, ukuran dan panjang ikan. Beberapa negara maju seperti Norwegia, Jepang, Amerika Serikat, Cina dan Peru menggunakan teknologi untuk melakukan eksplorasi sumber daya dengan cepat, optimal, efisien dan ekonomis. Komoditas unggulan sektor perikanan laut merupakan salah satu komoditas strategis untuk meningkatkan pendapatan asli daerah. Pengembangan suatu komoditas di daerah yang sesuai dengan kondisi sumberdaya alam setempat dapat meningkatkan efisiensi, menjaga kelestarian sumberdaya, dan meningkatkan aktivitas perdagangan sehingga mampu meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan masyarakat setempat. Agar hal ini dapat berjalan dengan baik diperlukan penetapan komoditas unggulan yang didukung oleh ketersedian data dan informasi kondisi biofisik dan sosial ekonomi di daerah tersebut.

 

Daftar Pustaka

Fadillah, Achmad. 2011. Analisis Daya saing Komoditas Unggulan Perikanan Tangkap Kabupaten Sukabumi. (Skripsi Sarjana). Departemen Agribisnis Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor. 172 pp.

Piliana, Wa Ode, 2016. Pengembangan Jenis Komoditi Unggulan Kelautan dan Perikanan di Kabupaten Kolaka. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Halu Oleo, Kendari.

Ridwan, Muhammad. 2018. Penentuan Komoditas Unggulan Perikanan Laut Kabupaten Polewali Mandar Berdasarkan Data Statistik Tahun 2016. Jurnal IPTEKS PSP. Vol. 5 (10) Oktober 2018: 98-105. Jurusan Agribisnis, Politeknik Pertanian Negeri Pangkep. Universitas Hasanuddin. Makasar. 

 

Disusun oleh :

ADE YUANIFAH A,  SE, M.Pi (Widyaiswara BPPP Tegal)

Statistik Pengunjung

Kami memiliki 72 tamu dan tidak ada anggota online