PELEMAHAN KPK DAN MISI KORUPSI

  • Dilihat: 1204
  • 07 Jan

Penulis ikut prihatin dengan kuatnya indikasi adanya upaya pelemahan Lembaga Negara andalan rakyat satu-satunya pada kurun ini, yakni Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dilahirkan dari suatu momen yang diberi label reformasi. Semangat reformasilah yang membidani proses kelahiran Jawara (KPK) pemberantas “kejahatan berkrah putih” (koruptor) yang waktu itu sulit di selesaikan oleh lembaga penegak hukum yang sudah ada. Kejahatan itu berada dan bertengger di kursi-kursi kekuasaan penyelenggaraan Negara, makanya kepolisian dan kejaksaan yang notabene merupakan perangkat suatu Lembaga Negara klimpungan ketika harus menghadapi pelaku kejahatan tersebut.  Jika tidak ada momen reformasi, barangkali sampai sekarang Jawara tersebut tidak akan dilahirkan. Hal ini dapat dilihat dari perjalanan pelaksanaan tugas KPK yang sering mendapat tudingan miring dan tidak profesional dari pihak-pihak yang tidak legowo menerima kehadirannya. Dan indikasi terakhir adanya pelemahan atas kekuatan Jawara  itu adalah semangat Bidan (DPR) yang ikut melahirkannya, yakni upaya untuk mengubah atau merevisi aturan eksistensinya (UU-KPK), dengan agenda mreteli kedigdayannya. Apapun alasannya, niat merevisi kekuatan Jawara andalan rakyat saat ini pasti akan mendapat tentangan alias tidak akan di dukung oleh pemberi mandat mereka yang menyandang wakil rakyat itu. Seharusnya yang namanya wakil rakyat ya tinggal meneruskan dan memperjuangkan “karepe  rakyat wae” (kehendak rakyat saja), aja karepe sampaian wae! Rakyat lagi demen dengan kiprah Jawara andalannya, ya tinggal difasilitasi dengan tidak bertindak atau berperilaku yang mengecewakan dan menyakitkan hati pemberi mandat. Kaya gitu saja kok repot!

Selengkapnya...

MENUJU NEGARA GAGAL

  • Dilihat: 1021
  • 07 Jan

Kita sering lalai dan dilalaikan dengan urusan-urusan keseharian yang rumit dan dangkal, sehingga tidak sempat peduli dengan bangunan besar (organisasi negara) yang sedang kita usahakan agar punya manfaat besar bagi kita semua, rakyat dan bangsa Indonesia.

Negara mestinya hadir menunaikan tugas dan kewajibannya, terutama dalam mewujudkan keadilan dan kemakmuran rakyat. Saatnya pemimpin Negara bertindak nyata, bukan lagi berwacana.

Hasil riset The Fund for Peace bekerja sama dengan majalah Foreing Policy tentang failed state index atau index negara gagal, menempatkan Indonesia di posisi ke-63, yakni posisi “dalam peringatan” (warning). Peringkat itu berarti lebih buruk ketimbang index tahun lalu yang menempatkan Indonesia di posisi ke-64 dari 177 negara. Hal ini buruk, karena semakin kecil peringkat Negara di index tersebut berarti Negara itu menuju Negara gagal.

Selengkapnya...

MENGEVALUASI HAKIM TIPIKOR

  • Dilihat: 799
  • 07 Jan

Jeruk makan jeruk, barangkali istilah yang klop untuk menggambarkan hakim di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang tertangkap tangan oleh Komisi Pembarantasan Korupsi (KPK) karena diduga menerima suap. Pejabat Negara yang mendapat amanah untuk menyelesaikan masalah atas orang yang bermasalah melalui mekanisme Pengadilan Tipikor, malah dia sendiri membuat masalah yang sama, dia sendiri diduga menerima suap dan ditangkap KPK. Bagaimana mungkin orang bermasalah harus diselesaikan oleh orang yang bermasalah sama? Koruptor diadili oleh koruptor, bisa jadi koruptor dimakan koruptor, dan itulah jeruk makan jeruk. Apakah kita sedang memasuki suatu jaman yang menurut pakar futurology Ronggo Warsito, yaitu  jaman edan, yen ora ngedan ora keduman. Jaman gila (edan), dimana jika kita tidak ikut gila maka tidak mendapat bagian. Tapi ingat, sabeja-bejane wong sing edan esih luwih beja wong kang eling. Tapi ingat, bahwa sebaik-baik orang yang gila masih lebih baik orang yang waspada. Lantas bagaimana orang seperti itu terpilih oleh Komisi Yudisial untuk mengemban amanah yang rentan dengan godaan duniawi?

Selengkapnya...

MENGELOLA NEGARA DENGAN KONSEP PSIKOLOGI ORGANISASI

  • Dilihat: 926
  • 07 Jan

Di bawah ini disuguhkan tulisan Dr. Dra. Hardani Widhiastuti ,MM, psikolog. Psikolog Industri & Organisasi, Dosen Fakultas Psikologi USM, dalam koran Wawasan yang terbit pada Rabu Wage, 4 Juli 2012 halaman opini dengan judul seperti tersebut di atas. Beliau menuturkan sebagai berikut:

Organisai merupakan sekumpulan manusia dalam suatu kelompok tertentu yang memiliki tujuan yang sama. Perkembangan pemahaman mengenai organisasi menurut Mary Jo Hatch,yang pertama adalah Klasik, yang dipahami bahwa organisasi lebih pada suatu wadah berkumpulnya orang-orang yang diikat dalam sebuah aturan-aturan yang tegas dan melaksanakan kegiatan yang telah terkoordinir secara sistematis dalam sebuah struktur guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Selengkapnya...

Statistik Pengunjung

Kami memiliki 124 tamu dan tidak ada anggota online