MEMBANGUN KEMBALI KREDIBILITAS KOMISI PEMILIHAN UMUM

  • Dilihat: 1131
  • 24 Jul

Tahun 2014 mendatang adalah saat akan diselenggarakan pesta nasional sebagai wujud komitmen kita dalam penyelenggaraan negara demokrasi. Pesta Lima tahunan itu dikenal dengan sebutan Pemilihan Umum (Pemilu) yang terdiri Pemilu Legislatif (Pusat dan Daerah) untuk Anggauta Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD), serta Pemilu Presiden-Wakil Presiden. Untuk menyelenggarakan pesta tersebut sudah pasti membutuhkan panitia atau komisi yang kredibel, independen, profesional dan mendapat kepercayaan rakyat melalui lembaga negara yang ada. Pengalaman Pemilu pada tahun 2009 yang lalu menyisakan kesan ada permainan dan pertikaian yang ditandai dengan perebutan kursi atau kekuasaan di ranah DPR. Agar kesan itu tidak muncul lagi pada tahun 2014, maka DPR telah memilih dan menetapkan para jawara yang akan diberi kepercayaan untuk meneyelenggarakan hajat besar nasional bernama pesta demokrasi lima tahunan sebanyak 7 (Tujuh) orang sebagai anggauta Komisi Pemilihan Umum (KPU). Harapan penulis, semoga apa yang telah dilakukan DPR (khususnya oleh Komisi II) benar-benar dapat mengantisipasi pengalaman KPU sebelumya yang penyelesaiannya hingga kini belum klier. Untuk itu, mudah-mudahan pilihan DPR adalah mereka yang solid, punya komitmen, independenprofesional, dan amanah.

Selengkapnya...

LIMA PILAR PENGUATAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

  • Dilihat: 1509
  • 24 Jul

Suatu program nasional yang kini menjadi model pemberdayaan masyarakat dan semakin terlihat serta dirasakan hasilnya adalah Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM). Program ini lebih menekankan pemberdayaan masyarakat untuk berpartisipasi dalam mengubah dirinya melalui pembangunan yang berkelanjutan, sehingga terwujud apa yang diimpikan. Pada program ini masyarakat diarahkan dan dirangsang agar muncul keinginan dari mereka, diproses dan dilaksanakan oleh mereka, dan hasilnya untuk mereka. Jika program ini terus dilaksanakan sepanjang zaman, sesungguhnya program pembangunan nasionalpun bisa diserahkan dan dilaksanakan oleh masyarakat sendiri dengan tetap difasilitasi oleh Negara cq. Pemerintah atau Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Terkait tulisan ini, Saudara M. Rohmat telah membuat tulisan dengan judul seperti di atas yang dicetak pada halaman OpiniKoran Pagi Wawasan, terbit Rabu Pon, 4 April 2012. Semoga informasi dibawah ini bermanfaat bagi pembaca dan siapa saja yang peduli dengan upaya pengentasan kemiskinan yang akrab dengan masyarakat kita. Tulisan tersebut selengkapnya sebagai berikut:

Selengkapnya...

Kampus dan Pendidikan Antikorupsi

  • Dilihat: 3403
  • 24 Jul

Suatu paradigma yang futuris jika saat ini ada wacana atau usulan tentang kampus dan pendidikan antikorupsi. Mengapa demikian, sebab sesungguhnya kita sudah sepakat menjadikan perilaku korupsi adalah penyakit masyarakat yang kronis dan sekaligus musuh yang harus diberantas habis sebagaimana narkoba dan teroris. Akibat narkoba yang banyak dikonsumsi oleh generasi muda, kita akan kehilangan pemilik masa depan di negeri ini yang handal dan bertanggung jawab. Kita khawatir negara akan dikuasai oleh manusia-manusia yang begitu gampang menggadaikan negaranya kepada bangsa lain. Akibat teroris, kehidupan manusia terasa mencekam walau tidak semua manusia diteror. Karena yang diteror biasanya yang menjadi lawannya atau yang menghalangi kepentingannya. Sedang akibat perilaku korup, rakyat bisa menjadi kurang pangan, miskin, bangunan cepat rusak-roboh, pelakunya tidak punya malu, dan pada ujungnya bisa mendatangkan musibah. Saya menghargai maksud dan tujuan Misbahul Ulum, beliau Pengajar di Monash Institute, akivis Pusat kajian Islam dan Feminisme yang lewat tulisannya di Koran Pagi Wawasan terbit Kamis Kliwon, 22 Maret 2012 pada halaman Opini & Fentures menyuguhkan informasi yang ditunggu-tunggu kita bersama. Dalam tulisannya beliau menginformasikan bahwa pemerintah akan mulai memberikan pendidikan anti korupsi mulai tahun ajaran baru tahun 2012/2013 mendatang melalui Kementerian Pendidikan Nasional kepada anak usia dini di lembaga Pendidikan Anak Usia Dini hingga ke mahasiswa di Perguruan Tinggi. Ini merupakan kabar yang amat menggembirakan sekaligus member harapan ke depan, bahwa di negara tercinta ini tidak akan dikuasai oleh para maling berdasi, insya Allah. Berikutnya penulis sajikan selengkapnya informasi dari Misbahul Ulum di atas:

Selengkapnya...

Menuju Masyarakat Mandiri-Berdaya

  • Dilihat: 1686
  • 24 Jul

Di dalam Koran Pagi Wawasan, yang terbit pada hari Rabu kliwon 7 maret 2012 halaman Opini & Features diturunkan tulisan berjudul “Menuju Masyarakat Mandiri-Berdaya” dengan penulis Hadiyono. Menurut hemat saya tulisan beliau cukup baik untuk dibaca guna menambah wawasan kita tentang pemberdayaan masyarakat, mengingat di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) juga ada program-program pemberdayaan masyarakat, seperti: Pemberdayaan Usaha Mina Pedesaan (PUMP) untuk Pembudidaya ikan dan Pengolah hasil perikanan, Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (PUGAR) untuk Petani garam, dan Intensifikasi Kapal Ikan (INKAMINA) bagi Nelayan. Hal mana bisa dijadikan bahan masukkan dan juga kaca benggala, jika tulisan beliau ternyata bersinergi dengan pelaksanaan program yang ada di KKP. Berikut ini, selengkapnya tulisan Hadiyono ditulis kembali:

Selengkapnya...

Statistik Pengunjung

Kami memiliki 97 tamu dan tidak ada anggota online