ENERGI BARU DAN TERBARUKAN (NEW AND RENEWABLE ENERGY) DI BIDANG KELAUTAN

  • Diterbitkan: Rabu, 10 Mei 2017 09:11
  • Dilihat: 223
  • 21 Mar

Salah satu strategi pengembangan energi nasional adalah meningkatkan pengembangan pemanfaatan energi baru dan terbarukan. Hal tersebut sejalan dengan Kebijaksanaan Energi Nasional (KEN) yang memprioritaskan pemanfaatan energi non eksport untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri. Sedangkan energi eksport khususnya minyak bumi dan gas bumi tetap masih memegang peranan penting sebagai sumber devisa Negara untuk menunjang pembangunan nasional (Harsono, 2014).

Selengkapnya...

PENGARUH ILLEGAL FISHING DI NKRI

  • Diterbitkan: Selasa, 20 Desember 2016 08:59
  • Dilihat: 1487
  • 01 Des

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan duapertiga wilayahnya merupakan laut, sudah barang tentu laut memiliki arti penting bagi bangsa dan Negara Indonesia. Minimal terdapat 4 (empat) faktor penting yaitu:

- Laut sebagai sarana pemersatu wilayah NKRI

- Laut sebagai sarana transportasi dan komunikasi

- Laut sebagai sumberdaya alam untuk pembangunan ekonomi

- Laut sebagai medium pertahanan (untuk proyeksi kekuatan).

Selengkapnya...

PEMANFAATAN TEKNOLOGI AKUSTIK DALAM EKPLORASI KELAUTAN DAN PERIKANAN

  • Diterbitkan: Rabu, 24 Agustus 2016 08:28
  • Dilihat: 527
  • 24 Agu

Teknologi akustik bawah air biasa disebut hydroacoustic atau underwater acoustics yang semula ditujukan untuk kepentingan militer telah berkembang dengan sangat pesat dalam menunjang kegiatan non-militer. Dengan teknologi mutahir, teknologi akustik bawah air dapat digunakan untuk kegiatan penelitian, survey kelautan dan perikanan baik laut wilayah pesisir maupun laut lepas termasuk laut dalam bahkan dapat digunakan diperairan dengan kedalaman sampai dengan 6000 meter. Teknologi akustik bawah air dapat digunakan untuk mendeteksi sumberdaya hayati dan non-hayati baik termasuk survey populasi ikan yang relatif lebih akurat, cepat dan tidak merusak lingkungan dibandingkan dengan teknik lain seperti metode statistik dan perhitungan pendaratan  ikan di pelabuhan (fish landing data).

Selengkapnya...

IMPLEMENTASI CODE OF CONDUCT FOR RESPONSIBLE FISHERIES (CCRF) DI INDONESIA

  • Diterbitkan: Jumat, 01 Juli 2016 10:42
  • Dilihat: 1223
  • 01 Jul

Code of Conduct for Responsible Fisheries (CCRF) merupakan suatu kesepakatan yang digagas oleh FAO dalam konferensi Committee on Fisheries (COFI) ke-28 FAO di Roma pada tanggal 31 Oktober 1995. Dalam CCRF ini, FAO menetapkan serangkaian kriteria bagi teknologi penangkapan ikan ramah lingkungan. 9 (sembilan) kriteria tersebut adalah sebagai berikut:

1.    Mempunyai selektifitas yang tinggi.
2.    Tidak merusak habitat
3.    Menghasilkan ikan yang berkualitas tinggi
4.    Tidak membahayakan nelayan
5.    Produksi tidak membahayakan konsumen
6.    By-catch rendah
7.    Dampak ke biodiversty rendah
8.    Tidak membahayakan ikan-ikan yang dilindungi
9.    Dapat diterima secara social

Selengkapnya...

Statistik Pengunjung

Kami memiliki 15 tamu dan tidak ada anggota online