IMPLEMENTASI CCRF DALAM PERSPEKTIF OPERASI PENANGKAPAN IKAN DI PERAIRAN INDONESIA

  • Dilihat: 73
  • 07 Nov

Negara–negara dan semua pihak yang terlibat dalam pengelolaan perikanan, melalui suatu kerangka kebijakan hukum dan kelembagaan yang tepat, harus mengadopsi langkah konservasi jangka panjang dan pemanfaatan sumber daya perikanan yang berkelanjutan. Langkah–langkah konservasi dan pengelolaan, baik pada tingkat lokal, nasional, subregional, harus didasarkan pada bukti ilmiah terbaik yang tersedia dan dirancang untuk menjamin kelestarian jangka panjang sumber daya perikanan pada tingkat yang dapat mendukung pencapaian tujuan dari pemanfaatan yang optimum dan mempertahankan ketersediaannya untuk generasi kini dan  mendatang, pertimbangan-pertimbangan jangka pendek tidak boleh mengabaikan tujuan ini.

Bagi stok ikan pelintas batas, stok ikan straddling, stok ikan peruaya jauh dan stok ikan laut lepas, yang diusahakan oleh dua negara atau lebih, maka negara bersangkutan, termasuk negara pantai yang relevan dalam hal stok yang straddling dan ikan peruaya jauh tersebut, harus berkerjasama untuk  menjamin konservasi dan pengelolaan sumber daya yang efektif. Upaya ini harus dicapai, jika perlu melalui pembentukan sebuah organisasi atau tatanan perikanan bilateral, subregional atau regional.

Selengkapnya...

OVERFISHING DAN FULLY EXPLOITED SERTA UPAYA MENGHINDARINYA

  • Dilihat: 61
  • 05 Okt

Overfishing

Overfishing adalah merupakan kegiatan penangkapan atau menangkap ikan tanpa memperhatikan keseimbangan dari ekologi laut dan berlebihan, sehingga berdampak pada berkurangnya hasil tangkapan dan memburuknya keadaan ekosistem laut sehingga tidak dapat lagi dimanfaatkan. Dari sisi yang lebih sederhana, overfishing berarti upaya penangkapan yang berlebihan terhadap suatu stok ikan. Secara umum, ciri-ciri perikanan yang mulai mengalami tangkap lebih adalah waktu melaut yang lebih lama, lokasi penangkapan yang semakin jauh, ukuran mata jaring semakin kecil, yang kemudian diikuti dengan penurunan produktivitas (hasil tangkapan per trip).

Selengkapnya...

IMPLEMENTASI PERLINDUNGAN DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN LAUT MENURUT UNCLOS 1982 DI INDONESIA

  • Dilihat: 357
  • 15 Mar

Laut adalah bagian dari lingkungan hidup yang memiliki manfaat dan peranan yang sangat besar bagi kehidupan manusia. Dalam sejarah, laut terbukti telah mempunyai berbagai fungsi, antara lain sebagai: sumber makanan, jalan raya perdagangan, sarana transportasi, tempat rekreasi/wisata, dan alat pemisah atau pemersatu bangsa. Kemudian, seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, fungsi laut telah bertambah lagi dengan ditemukannya berbagai macam bahan tambang dan galian yang berharga di dasar laut     (Dikdik M.S., 2011).

Perkembangan masyarakat internasional menunjukkan bahwa lingkungan hidup tidak lagi dapat diabaikan kedudukannya dalam kehidupan manusia. Perhatian yang cukup dan penanganan yang serius harus segera dilakukan. Mengingat, kerusakan lingkungan berarti ancaman bagi kelangsungan hidup manusia di dunia ini (Melda Kamil Ariadno. 2007).

Selengkapnya...

ENERGI BARU DAN TERBARUKAN (NEW AND RENEWABLE ENERGY) DI BIDANG KELAUTAN

  • Dilihat: 1687
  • 21 Mar

Salah satu strategi pengembangan energi nasional adalah meningkatkan pengembangan pemanfaatan energi baru dan terbarukan. Hal tersebut sejalan dengan Kebijaksanaan Energi Nasional (KEN) yang memprioritaskan pemanfaatan energi non eksport untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri. Sedangkan energi eksport khususnya minyak bumi dan gas bumi tetap masih memegang peranan penting sebagai sumber devisa Negara untuk menunjang pembangunan nasional (Harsono, 2014).

Selengkapnya...

Statistik Pengunjung

Kami memiliki 126 tamu dan tidak ada anggota online