DAMPAK TANGKAP BERLEBIH TERHADAP EKOSISTEM

  • Dilihat: 6486
  • 08 Jan

Seperti halnya pertanian yang mengubah daratan dan sifat tanah, perikanan mengubah sistem laut. Tekanan oleh manusia terhadap sumberdaya laut memengaruhi ukuran populasi ikan, potensi memijah, struktur umur dan ukuran, genetik, rasio jenis kelamin, dan species lain yang tergantung atau berhubungan dengan species target tangkapan. Pada saat nelayan mengambil terlalu banyak pemangsa dari laut, atau menghancurkan dasar laut, ini akan mengubah ekosistem secara drastis. Manusia dapat mengubah habitat secara fisik, dengan membangun anjungan pengeboran minyak lepas pantai, membangun terumbu karang buatan atau melakukan mariculture, membuang sampah dan meninggalkan sisa jaring yang tercabik yang membuat hewan laut terjerat. Pengaruh manusia pada ekosistem laut sangat mengerikan dan bersifat jangka panjang(FAO).

Selengkapnya...

EFEK PEMANASAN GLOBAL BAGI CLOWN FISH

  • Dilihat: 944
  • 08 Jan

Pemanasan global (Global Warming) adalah meningkatnya jumlah emisi gas rumah kaca (GRK) di atmosfer yang akhirnya menyebabkan meningkatnya suhu rata-rata permukaan bumi. Berubahnya komposisi gas rumah kaca (GRK) di atmosfer, dimana konsentrasi gas rumah kaca tersebut meningkat secara global akibat kegiatan manusia dan menyebabkan sinar matahari yang dipantulkan kembali oleh permukaan bumi ke angkasa, sebagian besar terperangkap di dalam bumi akibat terhambat oleh GRK tadi.

Selengkapnya...

DAMPAK GLOBALISASI TERHADAP SEKTOR PERIKANAN DI INDONESIA

  • Dilihat: 2313
  • 13 Des

 

Dewasa  ini pembicaraan tentang globalisasi semakin marak di bicarakan oleh berbagai kalangan, sebenarnya ada apa dengan globalisasi sehingga pengaruhnya begitu marak di bicarakan dan diekspos oleh berbagai media masa?  Globalisasi adalah sebuah istilah yang memiliki hubungan dengan peningkatan keterkaitan dan ketergantungan antar bangsa dan antar manusia di seluruh dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya popular, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain sehingga batas-batas negara menjadi bias.

Selengkapnya...

DIPLOMASI PERIKANAN DI LAUT LEPAS

  • Dilihat: 2854
  • 09 Des

 

Keseriusan pemerintah dalam menyukseskan Program revitalisasikelautan danperikanan mulai menunjukan keberpihakannya, khususnya pada peningkatan produksi komoditas ikan tuna.   Ini dikarenakan Indonesia telah meratifikasi beberapa perjanjian pengelolaan perikanan tuna di laut lepas yang pengelolaannya dilakukan secara bersama oleh beberapa negara yang terkumpul dalam organisasi pengelolaan perikanan regional (Regional Fisheries Management Organization/RFMO).

Dengan masuk ke dalam RFMO, Indonesia tidak hanya berhak mendapatkan kuota penangkapan tuna, akan tetapi juga mempunyai akses penjualan tuna tersebut ke pasar internasional, khususnya pasar-pasar di mana negara tujuan ekspor tersebut menjadi anggota dari RFMO. Hal ini dikarenakan kegiatan penangkapan ikan yang dilakukan oleh suatu negara yang bukan anggota RFMO di wilayah yang dikelola RFMO, maka ia dinyatakan telah melakukan illegal fishing dan produknya terancam diembargo.

Selengkapnya...

Statistik Pengunjung

Kami memiliki 118 tamu dan tidak ada anggota online