PEMANFAATAN TEKNOLOGI AKUSTIK DALAM EKPLORASI KELAUTAN DAN PERIKANAN

  • Dilihat: 7179
  • 24 Agu

Teknologi akustik bawah air biasa disebut hydroacoustic atau underwater acoustics yang semula ditujukan untuk kepentingan militer telah berkembang dengan sangat pesat dalam menunjang kegiatan non-militer. Dengan teknologi mutahir, teknologi akustik bawah air dapat digunakan untuk kegiatan penelitian, survey kelautan dan perikanan baik laut wilayah pesisir maupun laut lepas termasuk laut dalam bahkan dapat digunakan diperairan dengan kedalaman sampai dengan 6000 meter. Teknologi akustik bawah air dapat digunakan untuk mendeteksi sumberdaya hayati dan non-hayati baik termasuk survey populasi ikan yang relatif lebih akurat, cepat dan tidak merusak lingkungan dibandingkan dengan teknik lain seperti metode statistik dan perhitungan pendaratan  ikan di pelabuhan (fish landing data).

Selengkapnya...

IMPLEMENTASI CODE OF CONDUCT FOR RESPONSIBLE FISHERIES (CCRF) DI INDONESIA

  • Dilihat: 13446
  • 01 Jul

Code of Conduct for Responsible Fisheries (CCRF) merupakan suatu kesepakatan yang digagas oleh FAO dalam konferensi Committee on Fisheries (COFI) ke-28 FAO di Roma pada tanggal 31 Oktober 1995. Dalam CCRF ini, FAO menetapkan serangkaian kriteria bagi teknologi penangkapan ikan ramah lingkungan. 9 (sembilan) kriteria tersebut adalah sebagai berikut:

1.    Mempunyai selektifitas yang tinggi.
2.    Tidak merusak habitat
3.    Menghasilkan ikan yang berkualitas tinggi
4.    Tidak membahayakan nelayan
5.    Produksi tidak membahayakan konsumen
6.    By-catch rendah
7.    Dampak ke biodiversty rendah
8.    Tidak membahayakan ikan-ikan yang dilindungi
9.    Dapat diterima secara social

Selengkapnya...

ASPEK PERIKANAN IKAN TENGGIRI DI LAUT JAWA YANG DIDARATKAN DI PPI KARANGSONG

  • Dilihat: 48162
  • 11 Mar

Potensi ikan tenggiri di laut Jawa yang didaratkan di PPI Karangsong merupakan penyumbang produksi ikan tenggiri terbesar di Provinsi Jawa Barat tercatat sebesar 3.218,49 ton atau 71% (Ditjen Perikanan Tangkap, 2011; BPS Provinsi Jawa Barat, 2013). Ikan tenggiri adalah ikan paling populer dan menjadi primadona hasil tangkapan utama terlebih pada musim penangkapan ikan tenggiri pada bulan Maret, Mei, Juli, November, dan Desember (KPL Mina Sumitra, 2014).

Selengkapnya...

DAMPAK TANGKAP BERLEBIH TERHADAP EKOSISTEM

  • Dilihat: 11338
  • 08 Jan

Seperti halnya pertanian yang mengubah daratan dan sifat tanah, perikanan mengubah sistem laut. Tekanan oleh manusia terhadap sumberdaya laut memengaruhi ukuran populasi ikan, potensi memijah, struktur umur dan ukuran, genetik, rasio jenis kelamin, dan species lain yang tergantung atau berhubungan dengan species target tangkapan. Pada saat nelayan mengambil terlalu banyak pemangsa dari laut, atau menghancurkan dasar laut, ini akan mengubah ekosistem secara drastis. Manusia dapat mengubah habitat secara fisik, dengan membangun anjungan pengeboran minyak lepas pantai, membangun terumbu karang buatan atau melakukan mariculture, membuang sampah dan meninggalkan sisa jaring yang tercabik yang membuat hewan laut terjerat. Pengaruh manusia pada ekosistem laut sangat mengerikan dan bersifat jangka panjang(FAO).

Selengkapnya...

Statistik Pengunjung

Kami memiliki 55 tamu dan tidak ada anggota online