Membangun Sumber Daya Manusia yang Kompeten di Bidang Usaha Kelautan dan Perikanan melalui ToT

BPPP TEGAL (23/7) – Training of Trainer (ToT) merupakan kegiatan pelatihan bagi pelaku usaha yang akan memberikan pengalaman usahanya kepada masyarakat umum atau akademisi yang ingin mengetahui lebih dalam tentang dunia usaha di bidang kelautan dan perikanan. Untuk memfasilitasi kegiatan tersebut BPPP Tegal menggelar kegiatan Training of Trainer (ToT) yang bertajuk ‘Pemagangan Bidang Kelautan dan Perikanan bagi Calon Pendamping Pemagangan Tahun 2018’, kegiatan tersebut berlangsung selama 4 hari, dari tanggal 12 Juli 2018 sampai tanggal 15 Juli 2018.

 

Kegiatan tersebut dihadiri dan dibuka oleh Sekretaris Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) Dr. Maman Hermawan, M.Sc, didampingi Kepala BPPP Tegal Moch. Muchlisin, A.Pi,.M.P, Kepala Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Tegal Maskuri ,S.Pi,.M.Si dan Kepala Bidang Pelatihan Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan Dr. Mochammad Farkan, A.Pi, S.E.,M.Si.

Kepala BPPP Tegal Moch. Muchlisin memaparkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 32 peserta pelaku usaha di bidang kelautan dan perikanan yang berasal dari Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP) yang tersebar di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta serta Kalimantan Barat.

Dalam arahannya, Maman Hermawan menuturkan pentingnya peran pelatih kewirausahaan guna mencetak wirausaha yang kompeten. Hal ini turut sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo, dalam Rapat Kabinet 12 Februari lalu, yang menyampaikan bahwa fokus pemerintah di tahun 2019 adalah pembangunan sumber daya manusia yang kompeten.

“ToT ini dikatakan penting karena mengandung semangat nasional, di mana pemerintah memiliki target untuk mencetak 20 ribu wirausahawan baru hingga akhir 2019. Karenanya, melalui ToT ini , Anda harus mampu ambil bagian dalam mencetak wirausaha yang  memiliki knowledge, skill, sikap dan mental kewirausahaan yang baik,” papar Maman Hermawan.

Kegiatan ToT ini ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan sikap para peserta latih dalam bidang kompetensi kewiausahaan dan pengelolaan pemagangan, serta mempersiapkan para mentor memiliki kompetensi dalam mengelola pemagangan, mengerjakan administrasi keuangan hingga pelaporan pemagangan yang akuntabel guna memperkecil pelanggaran ataupun kesalahan dalam temuan pemeriksa.

“Program pemagangan ini merupakan salah satu program nasional yang langsung mendapatkan pengawalan dari Kantor Sekretariat Presiden (KSP). Sehingga diharapkan kegiatan ini dapat berjalan dengan baik agar menjadi bahan rujukan nasional,” jelas Maman Hermawan.

Kurikulum ToT ini juga sudah mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Untuk memberikan legalitas pelatih dalam pemagangan ini, para peserta akan mendapatkan sertifikasi dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Sehingga di akhir pelatihan, para peserta akan mendapat dua sertifikat yakni sertifikat Tanda Tamat Pelatihan (STTPL) dan sertifikasi kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Lebih lanjut, Maman Hermawan menyampaikan bahwa dipilihnya P2MKP sebagai tempat pemagangan, karena kiat sukses yang dimiliki dalam membangun usaha. Berbekal pengetahuan, kejujuran, kepercayaan dan keberanian dari modal yang hampir tidak ada hingga sukses dalam menjalankan usahanya.

Add comment


Security code
Refresh

STATISTIK PENGUNJUNG

Flag Counter

Statistik Pengunjung

Kami memiliki 96 tamu dan 3  anggota online