KEPALA PUSAT PELATIHAN KP DAN WALIKOTA TEGAL BUKA PELATIHAN DI BPPP TEGAL

  • Dilihat: 906

BPPP Tegal (26/1) - Kepala Pusat Pelatihan KP (Drs. Mulyoto, M.M.) dan Walikota Tegal (KMT. Hj. Siti Masitha Soeparno) buka pelatihan Pendampingan Pengganti Alat Penangkapan Ikan di Auditorium Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan Tegal (BPPP Tegal), Kamis pagi (26/1). Hadir dalam pembukaan itu, Muspika Kota Tegal, Kepala Dinas Kelautan dan Pertanian Kota Tegal, Kepala SUPM Negeri Tegal dan tamu undangan terkait lainya

Selengkapnya...

MAHASISWA UNSOED GUNAKAN KM. EKOR KUNING PRAKTEK LAUT

  • Dilihat: 771

BPPP Tegal (15/12) - 58 mahasiswa Unsoed (Universitas Jenderal Soedirman) Purwokerto menggunakan KM. Ekor Kuning milik BPPP Tegal untuk praktek laut (Kamis,15/12). Praktek laut ini dimaksudkan untuk menerapkan teori tentang kenautikaan.

Selengkapnya...

SAMPAIKAN ORASI, MENTERI SUSI AJAK MASYARAKAT KONSISTEN JALANKAN REFORMASI PERIKANAN

  • Dilihat: 577


SEMARANG (3/12) –
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyampikan orasi ilmiah bertajuk ‘Pemberantasan Illegal, Unreported and Unregulated (IUU) Fishing : Menegakkan Kedaulatan dan Menjaga Keberlanjutan untuk Kesejahteraan Bangsa Indonesia’ pada rapat senat terbuka penganugerahan doktor honoris causa di Kampus Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang, Sabtu (3/12).

Dalam orasinya, Susi mengajak masyarakat untuk tetap konsisten menjalankan reformasi tata kelola perikanan di Indonesia. Hal itu tidak terlepas dari peran dan kontribusi Indonesia dalam memberantas illegal fishing yang telah diakui dunia.

Upaya Indonesia dalam memerangi illegal fishing di tingkat global sudah selayaknya terintegrasi pada suatu sistem sehingga tidak hanya berlaku pada kepemimpinan politik tertentu saja. Susi mengatakan, peran Indonesia sebagai negara penghasil sumber daya perikanan bertanggung jawab dan negara yang melaksanakan penegakan hukum dengan tegas harus diperkuat tanpa pandang bulu dan adil.

“Upaya yang kita lakukan seyogyanya jangan sampai pandang bulu. Kita harus bisa melakukan penguatan aparat penegakan hukum juga memaksimalkan kerjasama internasional baik bilateral maupun multilateral dan pendayagunaan teknologi”, ungkap Susi dalam pidatonya.

Setelah upaya pemberantasan IUU fishing berhasil menumbuhkan efek jera (deterrent effect), lanjut Susi, peluang pengelolaan perikanan dalam mewujudkan kesejahteraan nelayan terbuka lebar.

“Saat ini, stok ikan semakin banyak dan nelayan Indonesia mulai dapat menikmati kekayaan laut Indonesia sebagai tuan di negeri sendiri, setelah berpuluh-puluh tahun dieksploitasi oleh kapal ikan asing dan eks-asing”, lanjutnya.

Meskipun demikian, Susi menyadari tetap ada tantangan di depan. Ia menilai, tantangan terbesar yang dihadapi pemerintah saat ini untuk menjadikan laut sebagai masa depan bangsa adalah konsistensi kita dalam melaksanakan reformasi tata kelola perikanan. “Tantangan terbesar biasanya adalah konsistensi dari elemen pemerintah, akademisi maupun masyarakat. Untuk itu, mari jaga konsistensi kita semua untuk melakukan reformasi tata kelola kelautan dan perikanan”, ujar Susi.

Adapun reformasi tata kelola yang dilakukan saat ini antara lain menyempurnakan metoda perhitungan stok sumber daya ikan, menyediakan data yang terpercaya, akuntabel, dan terintegrasi, mengoptimalkan perizinan sebagai perangkat pengawasan kepatuhan pemegang izin, mengembangkan proses perizinan yang transparan, memperbaiki mutu pelayanan perizinan; memperkuat fungsi kontrol pelabuhan; mengoptimalkan keterlibatan masyarakat/multistakeholders dalam pembangunan perikanan serta mengupayakan perlindungan dan penghargaan hak asasi manusia terhadap para pekerja di industri perikanan, termasuk para anak buah kapal (ABK) di kapal perikanan.

Susi juga menilai, saat ini merupakan momentum yang baik bagi lembaga-lembaga perguruan tinggi untuk ikut serta mewujudkan visi besar Indonesia sebagai poros maritim dunia. “Yaitu dengan melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan serta pengabdian kepada masyarakat”, tutupnya.

 

PENGHARGAAN GELAR DOCTOR HONORIS CAUSA KEPADA MENTERI SUSI PUJIASTUTI

  • Dilihat: 953

Semarang, (3/12)– Pudjiastuti Menteri Kelautan dan Perikanan sandang gelar kehormatan yang diberikan oleh Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang sebagai Doctor Honoris Causa pada Sabtu pagi (03/12/2016) digedung Prof. Soedarto kampus Undip Tembalang.

Acara tersebut dihadiri oleh para menteri – menteri lainnya, seperti Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Prof. Drs. H. Muhammad Nasir, Menteri Koperasi Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, Prof.DR.dr Nila Djuwita F.Moeloek. Selain itu nampak hadir juga Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, DPRD Semarang, Forkompimda Semarang, guru – guru besar UNDIP, TNI dan POLRI dan kedubes Norwegia pun juga hadir dalam acara tersebut. 

Dalam  sambutannya, menteri Susi menyampaikan terimakasih kepada UNDIP yang sudah memberikan anugerah gelar kehormatan kepadanya. “Terima kasih saya ucapkan kepada Undip atas pemberian tanda kehormatan gelar Doctor Honoris Causa kepada saya sebagai menteri yang kurang berpendidikan, semoga dengan gelar ini sebagai motivasi dan acuhan saya untuk terus memberikan yang terbaik untuk bangsa Indonesia terutama dalam bidang Kelautan dan Perikanan,” tuturnya sambil meneteskan air mata kebahagiaan. 

Susi juga menambahkan, “saya ucapkan terima kasih juga buat keluarga saya, anak – anak ,adik, almarhum kedua orang tua , almarhum Ahmad Karlan dan Ibunya Suwuh Lasminah dan menantu saya yang selama ini ikut mendukung dan menemani perjalanan hidup saya sampai saat ini.” 

Susi meceritakan banyak hal tentang perjalanan dan pengalaman hidupnya terutama pengalaman dia sebagai menteri, karena dalam  bidang kelautan dan perikanan itu akan menuju kesejahteraan rakyat Indonesia. Hal tersebut disampaikan dalam pidatonya yang berjudul “Pemberantasan Illegal, Unreported and Unregulated Fishing: Menegakkan Kedaulatan dan Menjaga Keberlanjutan untuk Kesejahteraan Bangsa Indonesia”. 

Sementara itu alasan Undip memberikan gelar kehormatan kepada Susi, menurut Rektor Undip Prof. Yos Johan Utama,”proses pemberian gelar Doctor Honoris Causa ini melalui serangkaian tahapan – tahapan  dengan meneliti karya dan kebijakan yang diterapkan saat Susi  mulai dilantik menjadi menteri Kelautan dan Perikanan. Sebelum Tim guru besar Undip yang meneliti, Susi sudah diuji oleh tim KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia) dan hasilnya sangat tinggi dengan nilai 9 atau setara dengan kualifikasi seorang doktor. Akhirnya pada kesimpulan kalau Menteri Kelautan ini layak mendapatkan gelar  Doctor Honoris Causa karena kebijakannya sangat bernuansa ilmiah, runtut dan berkesinambungan,” jelasnya. 

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dalam sambutannya juga menyampaikan selamat kepada Susi Pudjiastuti atas gelar Doctor yang disandangnya. “Selamat kepada ibu menteri Susi Pudjiastuti atas tanda kehormatan yang di berikan oleh Undip yaitu gelar Doctor Honoris Causa. Dari dulu saya orang yang tidak yakin kalau ibu Susi itu orang yang bodoh karena dulu ibu susi sekolah di SMA 1 Jogja, SMA teladan yang tidak banyak orang bisa masuk, termasuk saya. Semoga ibu Susi juga  bisa lebih arif dan bijaksana,” ujarnya. 

Sementara itu Muhammad  Nasir memberi apresiasi kepada Undip yang memberikan gelar doktor kehormatan kepada Susi. “Ini hal yang luar biasa sebagai terobosan baru dalam sistem pendidikan kita. Bagaimana tidak, selalu harus  ke pokok pada teori, namun juga pada praktik dan kompetensi,” ungkapnya.

Acara tersebut dimeriahkan oleh mahasiswa Undip dengan paduan suara yang menyanyikan lagu – lagu  kebangsaan Indonesia.

STATISTIK PENGUNJUNG

Flag Counter

Statistik Pengunjung

Kami memiliki 88 tamu dan 2  anggota online