Kabupaten Tasikmalaya, Calon Minapolitan Yang Sangat Menjanjikan

Kabupaten Tasikmalaya terletak di bagian tenggara Propinsi Jawa Barat, dengan koordinat 07o10-07o49 LS dan 107o56-108o80  BT, dengan batas sebelah barat Kabupaten Tasikmalaya yaitu Kota Tasikmalaya, Kab. Ciamis dan Majalengka,

sebelah selatan berbatasan  dengan Samudera Indonesia, Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten  Garut, Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Ciamis. Luas  wilayah Kab. Tasikmalaya 2.563,35 Km2 atau 271.251,71 Ha. Secara  administratif terbagi kedalam 39 Kecamatan dan 351 Desa, jumlah penduduk  tahun 2006 1.743.324 jiwa dengan kepadatan penduduk ssebesar 757,38 per  km2. Luas wilayah Kabupaten Tasikmalaya adalah 268.090 ha. Adapun  penggunaan lahan tersebut terdiri dari lahan sawah seluas 49.662 ha dan  lahan darat/bukan sawah seluas 218.428 ha. Karakteristik topografi  wilayah Kabupaten Tasikmalaya sangat bervariasi yang terdiri dari zona  pegunungan, perbukitan dan pedataran. Wilayah tertinggi adalah gunung  Galunggung yang terletak 1.600 m.dpl dan terendah adalah di sepanjang  pesisir pantai Samudera Indonesia.

Kabupaten  Tasikmalaya memiliki garis pantai sepanjang 59,5 KM tapi pemanfaatan  potensi bisnis kelautan Kabupaten Tasikmalaya masih sangat kecil, yaitu  kurang dari 3%, dibandingkan dengan potensi sesungguhnya. Kontribusi  sektor tersebut terhadap PDB masih sangat rendah jika dibandingkan  dengan kontribusi sektor usaha lain, yaitu kurang dari 2%, padahal  potensi bisnis kelautan khususnya perikanan cukup besar. Potensi  perikanan meliputi potensi kegiatan penangkapan dan budidaya.

Budidaya  perikanan laut maupun budidaya tambak masih belum dilakukan sepenuhnya.  Potensi bagi kegiatan budidaya di Tasikmalaya Selatan, antara lain  tersedia kurang lebih 200 hektar untuk tambak dan kurang lebih 1500  hektar biocrate. Potensi tersebut baru 12 hektar yang dimanfaatkan.  Sedangkan untuk budidaya laut sama sekali belum dilakukan, padahal  potensi untuk budidaya laut lebih kurang 1000 hektar terdapat disekitar  Nusamanuk-Cikalong.

Pemanfaatan  potensi bisnis kelautan merupakan suatu peluang untuk meningkatkan  kondisi ekonomi masyarakat Tasikmalaya bagian selatan yang relatif lebih  rendah apabila dibandingkan dengan kondisi ekonomi masyarakat bagian  utara. Permasalahannya, pengembangan komoditas kalutan ini berkaitan  dengan investasi yang dibutuhkan untuk satu satuan usaha memerlukan dana  yang sangat besar, sehingga tidak akan terjangkau oleh para  petani/nelayan yang selama ini bergerak dibidang yang bersangkutan.  Disamping permasalahan tersebut prasarana yang tersedia, seperti  pelabuhan dan prasarana transportasi masih minim, akibatnya aksebilitas  hasil komoditas sulit untuk menjangkau pasar. Adapun komoditas kelautan  yang menjadi komoditas unggulan Kabupaten Tasikmalaya, yaitu:Udang  karangIkan, kerapu, Ikan kakap, dan Udang windu.

Dalam  rangka turut menggali potensi kelautan yang dimiliki Kabupaten  Tasikmalaya, Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan Tegal melaksanakan  pelatihan Perawatan mesin kapal ikan dan pelatihan penangkapan ikan  yang dilaksanakan pada tanggal 13 s.d 18 Juni 2011, sebagai peserta dari  pelatihan tersebut adalah dari kelompok-kelompok nelayan di daerah  kecamatan Cipatujah dan Cikalong yang merupakan kecamatan yang mempunyai  nelayan paling banyak.

Pelatihan  Perawatan Mesin Kapal Ikan di fokuskan pada mesin tempel yang notabene  sebagian besar nelayan di daerah Kab. Tasikmalaya banyak menggunakan  mesin tersebut, dengan porsi praktek lebih banyak daripada teori  sehingga peserta sangat antusias dalam mengikuti pelatihan serta dengan  materi yang pas dengan nelayan membuat betah peserta pelatihan dalam  mengikuti setiap materi demi materi.

Tidak  kalah semangatnya dengan peserta mesin, peserta pelatihan penangkapan  ikan yang dalam kesempatan ini diarahkan ke alat penangkapan Rawai  Dasar.  Ikan karang seperti Kerapu, kakap dan lain sebagainya memang menjadi tangkapan nelayan di daerah Kabupaten Sukabumi.  Tidak  hanya cara diajarkan cara menangkap ikan yang ramah lingkungan, tapi  juga dikenalkan berbagai peralatan yang dibutuhkan dalam melayarkan  kapal seperti GPS dan Fish Finder.

Kegiatan Safari Pelatihan ini dibuka resmi oleh Kabid. Kelautan Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Kabupaten Tasikmalaya  Ir.  Rita Setiyawati, MP dan bertempat di Aula Wisma Mutiara Desa  Sindangkerta Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya pada hari Senin  13 juni 2011.  Hadir dalam acara tersebut yaitu Camat  Cipatujah, Camat Cikalong dan Jajaran dari Dinas Peternakan Perikanan  dan Kelautan Kabupaten Tasikmalaya.  Dalam sambutannya,  Kabid Kelautan berjanji akan terus mengembangkan sektor kelautan guna  menunjang perekonomian masyarakat khususnya masyarakat Kabupaten  Tasikmalaya di bagian selatan, selain itu Dinas juga terus melakukan  terobosan guna terwujudnya Kabupaten Minapolitan sebagai Kawasan  Minapolitan.

Dengan  dilaksanakannya kegiatan Safari pelatihan oleh Balai pendidikan dan  Pelatihan Perikanan Tegal diharapkan tercipta sumberdaya manusia yang  berkualitas dan handal dalam memanfaatkan potensi perikanan di Kabupaten  Tasikmalaya.

Oleh : Seksi Program

Add comment

Security code
Refresh

Komentar Anda

Gallery Foto

BERSAMA PERTAMINA, BPPP TEGAL LATIH NELAYAN INDRAMAYU BPPP TEGAL LATIH MASYARAKAT PERIKANAN DI KOTA SEMARANG BPPP TEGAL LATIH WANITA NELAYAN TANJUNG PASIR BANTEN DKP YOGYAKARTA KIRIMKAN 60 NELAYAN KE BPPP TEGAL DOSEN WAGENINGEN UNIVERSITY BELANDA KUNJUNGI BPPP TEGAL HENKITA DAN AUTOMATIC FEEDER DI MARINE & FISHERIES EXPO AND CONFERENCE Perjanjian kerjasama dengan Politeknik Negeri Nusa Utara Uji kompetensi ABK di BPPPTegal enteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Susi Pujiastuti saat mengunjungi Stand Pameran Garam BPPP Tegal di Gedung Mina Bahari 3

Statistik Pengunjung

Kami memiliki 6 tamu dan tidak ada anggota online

Facebook Like

Hubungi Kami

+62.283-356393

[email protected]

  bp3_tegal

Jalan Martoloyo
PO. Box 22
        Tegal - Jawa Tengah